Hari Kebangkitan Nasional: Saatnya Bangkit Jadi Bangsa Pemenang

kebangkitan nasional

20 Mei 1908 – 20 Mei 2014. 106 tahun Kebangkitan Nasional.

Tepat pada hari ini, 106 tahun lalu, Indonesia bersatu untuk bangkit dalam satu ikatan menuju satu tujuan. Merdeka dari penjajahan!

Berawal dari semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme dari kaum muda saat itu untuk melakukan perlawanan terhadap penjajahan dari Belanda. Para pemuda mengobarkan dan membakar api semangat rakyat Indonesia untuk berjuang melawan penjajahan di negeri sendiri, negeri tanah air tercinta. Diawali dengan pergerakan Budi Utomo yang menjadi lambang mulainya perlawanan kepada negara penjajah di tanah Indonesia.

Namun Kebangkitan Nasional yang sejatinya adalah titik bangkit negara kita ini hanya diperingati sebagai sebuah simbol sejarah semata. Peristiwa besar yang terjadi hari ini seolah-olah hanya menjadi sebuah cerita historis belaka dan tanpa makna. Perayaan Hari Kebangkitan Nasional tak lepas dari sebatas kewajiban untuk memenuhi penanggalan semata tanpa aksi-aksi setelahnya. Padahal jelas negara ini belum merdeka seutuhnya, walaupun usia Indonesia hampir memasuki 69 tahun sejak pembacaan proklamasi oleh Bung Karno. Continue reading “Hari Kebangkitan Nasional: Saatnya Bangkit Jadi Bangsa Pemenang”

Iklan

Matahari Senja di Akhir Tahun

sunset

Pages 365 of 365.

Matahari senja di penghujung tahun kembali mewarnai langit sore. Ya, sinar matahari itu merupakan terakhir kalinya di tahun ini. Terang pun berganti malam. Kumpulan orang memadati jalanan untuk merayakan malam pergantian tahun. Alunan terompet dan bunyi petasan kembang api mengisi malam itu. Semua orang tampak bergembira menyambut awal tahun. Gembira untuk membuka lembaran baru yang tentunya lebih baik dari hari kemarin.

Teringat akan cahaya sunset tadi sore yang menyisakan sejuta kenangan dan memberi sejuta harapan. Semoga di tahun yang baru ini, kita semua bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan memberi arti kepada setiap orang. Jadikan lembaran pertama esok terisi dengan tinta emas yang mencerahkan di halaman-halaman selanjutnya. Tebarkan cinta dan kasih sayang dengan tidak lupa selalu senyum menyongsong hari esok. Happy New Year! 😉

Tomorrow is the first blank page of a 365 pages book. So write a good one.

Alangkah Lucunya (Negeri ini)

Alangkah Lucunya (Negeri ini)

Di mall kita usaha, di pasar kita jaya, di angkot kita kaya!

alni

Sepenggal jargon itu adalah kata-kata penyemangat sahabat-sahabat kecil kita mengawali harinya sebagai pencopet. Mereka yang di mall, mereka yang di pasar, dan mereka yang di angkot, berlomba-lomba mencari sebanyak-banyaknya uang yang bisa mereka dapatkan. Suatu perjuangan yang keras bagi anak negeri ini. Anak-anak yang kata UUD 1945 harus dipelihara oleh negara. Yang harus mendapatkan hak atas pendidikan. Dan dilindungi dari kekerasan dan ancaman ketakutan.

Komet, Glen, Ribut, dan teman-temannya mendapatkan jauh dari itu. Untuk makan sehari-hari mereka harus mencopet. Itu pun hanya untuk makan. Pendidikan? Mereka semua tak bisa membaca, menulis, dan menghitung.

Di sisi lain, Jupri sedang memamerkan leptop barunya kepada Rohmah. Tercengang menikmati gambar ikan berwarna warni. Tahu bahwa leptop itu bisa digunakan untuk internet, untuk bisa mengetahui dunia. Kenyataanya leptop itu hanya dipakai untuk memandangi screensaver dan main game saja.

Realitas itulah yang diangkat Dedy Mizwar dan kawan-kawan dalam film bertajuk Alangkah Lucunya (Negeri Ini). Komedi Satir yang mengungkapkan ‘keajaiban’ Indonesia.

Keseluruhan film dipenuhi satir2 politik yang cerdas. Jauh dari itu film ini membuka mata kita semua. Tentang pendidikan, tentang pengangguran, tentang kerasnya hidup di jalanan, serta kritik pada penguasa negeri ini. Tanpa pemahaman, filmi ini hanya akan sekedar menjadi komedi belaka. Tanpa tahu apa maksud indonesia raya dinyanyikan dan disertai “Amiiinnnn.” Tidak merasa adanya sindiran ketika si calon anggota dewan hanya memandangi gambar ikan di leptopnya. Dan tertawa ketika seorang waria diseret sat pol PP. Semoga para anggota dewan yang menonton cukup cerdas, agar satir yang ditampilkan tak sekedar menjadi humor saja. Continue reading “Alangkah Lucunya (Negeri ini)”

The Dream School? Yes, I Want!

The Dream School? Yes, I Want!

dream_school

Membahas sekolah dambaan tentu hal ini menjadi impian bagi setiap insan di usia sekolah. Para pelajar di seluruh berbagai belahan dunia mempunyai kriteria sekolah impiannya sendiri. Impian tidaklah harus sekedar impian karena impian tersebut bisa diwujudkan dengan semangat dan keinginan. Mari kita berbicara realistis, Amerika Serikat dianggap sebagai Negara pertama yang mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia. Hal ini dikarenakan dengan adanya Harvard University sebagai universitas terbaik nomor wahid, alias pertama di dunia.

Namun tahukah kita bahwa Finlandia muncul dengan terobosan yang memukau di dunia pendidikan dengan sistem lebih baik dari Amreika Serikat. Di Finlandia, belajar menjadi sebuah persiapan untuk proses kehidupan dan menjadikannya sebagai proses yang menyatu secara natural tanpa adanya paksaan serta tidak membebani para pelajar. Berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2000 dengan membandingkan pelajar usia 15 tahun dari berbagai negara, Finlandia juga meraih peringkat teratas. Survei itu membandingkan pelajar usia 15 tahun dari berbagai negara pada bidang studi Matematika dan IPA. Jika kita petik, ada dua kunci yang membuat Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di bumi saat ini, yaitu fleksibel dan efektif. Lalu, bagaimana cara mewujudkan sistem pendidikan di Finlandia ke seluruh negara di dunia ini, khususnya Indonesia?

Kita mulai bahas dari sekotor Guru. Di lingkungan sekolah, guru menjadi orang tua kedua setelah orang tua kita di rumah. Guru menjadi faktor penting penunjang pendidikan yang lebih baik. Guru hanya memberikan arahan kepada setiap siswa menuju jalan yang benar. Bukannya malah menguasai kelas dan memberikan pelajaran secara monoton kepada seluruh siswa. Inilah yang pertama harus diperbaiki. Kita harus bisa menerapkan Student Center bukannya tetap mempertahankan Teacher Center. Student Center akan membuat siswa lebih kreatif dan inovatif dibandingkan Teacher Center yang hanya membuat siswa menerima seutuhnya apa yang diberikan oleh guru. Boleh kita bercontoh kembali kepada Finlandia, guru disana tidak pernah mengatakan salah pada apapun yang siswa lakukan, siswa bahkan tidak perlu menjawab dengan benar, yang terpenting adalah proses dan usaha siswa. Guru juga tidak akan membandingkan siswa yang satu dengan siswa lainnya. Mereka hanya akan membuat siswa melihat perkembangan dirinya sendiri dan membantu siswa meraih potensi setiap individu. Guru-guru di sekolah negeri Finlandia juga mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat menilai siswa satu kelas menggunakan tes independen yang mereka ciptakan sendiri. Hal inilah yang membuat Finlandia maju dengan pendidikannya. Jika dibandingkan dengan Indonesia? Tentu tanah air kita tertinggal dari sektor guru ini.

Beralih ke Fasilitas dan lingkungan sekolah. Fasilitas yang memadai dan canggih di sekolah tentu menjadi impian setiap siswa. Sarana dan prasarana yang berbasis IT dan koneksi internet (tentunya free Wi-Fi dengan kecepatan yang stabil) sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sekolah impian. Dengan fasilitas yang canggih ini maka taraf pendidikan juga akan meningkat dan semakin maju. Namun tidak hanya dari segi fasilitas, lingkungan sekolah juga berperan dalam terwujudnya sekolah dambaan. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung perkembangan siswa secara optimal, anak-anak menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi orang-orang yang cerdas dan mendatang bisa menjadi sumber daya manusia berkualitas untuk memajukan negerinya. Bayangkan jika lingkungan di sekolah kotor, berpolusi, dan orang-orang di sekitar sekolah tersebut tidak damai, maka bisa dipastikan siswa menjadi gelisah dan tidak dapat menangkap pelajaran yang diarahkan oleh gurunya. Hal yang tidak kalah pentingnya yang perlu diingat adalah lingkungan sekolah yang nyaman memacu siswa untuk berprestasi. Dan yang harus kita ketahui bersama adalah prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana siswa/siswi giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi lingkungan sekolahnya harus mendukung. Oleh karena itu, fasilitas dan lingkungan sekolah berperan cukup penting dalam terwujudnya sekolah impian kita semua.

Masuk ke kriteria Hubungan guru dan orang tua. Para siswa lebih banyak menghabiskan waktu mereka bersama para guru daripada dengan orangtuanya di rumah. Kedengarannya mungkin agak mengejutkan, tapi memang begitulah kenyataannya. Melihat faktanya, ketika orangtua pulang dari tempat kerjanya, para siswa biasanya juga baru pulang dari sekolah. Hanya tersisa waktu beberapa jam saja untuk makan malam bersama, menyelesaikan pekerjaan rumah dan mungkin sedikit waktu untuk berkumpul bersama. Setelah itu semuanya tidur. Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan remaja usia sekolah mengeluh bahwa 24 jam dalam sehari itu kurang cukup. Para siswa umumnya bisa melakukan tugas-tugas mereka dengan baik ketika di sekolah. Sebagian di antaranya bahkan mungkin lebih mudah mempercayai guru mereka. Untuk itu perlu kiranya setiap orang tua mengetahui dengan baik sosok guru yang mengajar anak-anaknya. Hal ini penting karena dalam dunia pendidikan di sekolah, orangtua dan guru harus menjadi satu tim yang baik. Komunikasi yang teratur dan terpercaya antara guru dan orang tua harus terjalin secara harmonis karena orang tua harus bisa mempercayai guru di sekolah yang membimbing anak-anaknya meraih prestasi yang membanggakan. Jadi, hubungan guru dan orang tua berperan penting juga dalam rangka mewujudkan sekolah impian.

Lanjut ke sektor Mata pelajaran. Menengok kembali ke Finlandia, di negara tersebut hanya akan ada poin umum yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fokus setiap sekolah. Setiap kota memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan dan mengawasi sendiri pelaksanaannya. Sehingga setiap sekolah dan guru memiliki otonomi yang besar untuk menciptakan kreasi mata pelajaran sendiri yang sesuai. Hal inilah yang membuat Finlandia maju dalam dunia pendidikan. Keluhan setiap siswa di Indonesia adalah terlalu banyak mata pelajaran yang harus dikuasai olehnya. Guru hanya menguasai satu mata pelajaran tetapi siswa disuruh untuk memahami dan menguasai sekitar 12 mata pelajaran. Bisa diambil contoh, seorang guru geografi tidak akan bisa menjawab soal reaksi-reaksi kimia dan begitu sebaliknya, guru kimia tidak akan bisa menjawab peta buta dan kajian geografi. Inilah yang harus dibenahi demi membuat siswa berkurang bebannya. Solusi yang mungkin bisa diterapkan yaitu penjurusan minat dan bakat siswa sudah harus ada dari sejak dini (ketika anak berada dalam lingkungan sekolah dasar). Sehingga nantinya siswa lebih terfokus dan tidak terlalu berat dalam memikul banyaknya mata pelajaran.

Melangkah ke Tugas dan pekerjaan rumah. Untuk bisa mewujudkan sekolah impian dan dambaan setiap siswa, guru sebaiknya tidak memberi pekerjaan rumah yang banyak dan tentunya akan menumpuk. Bila boleh bercontoh kembali ke Finlandia, pelajar di sana belajar langsung di ruang kelas dibimbing oleh guru mereka dengan berbagai macam alat peraga. Mereka akan menerima pekerjaan rumah pada saat mereka telah berada pada usia remaja, yaitu 13-14 tahun dan itupun tidak banyak (bermaksud agar siswa mengulang pelajaran di rumah). Dengan begitu pada saat masa kanak-kanak mereka memiliki banyak waktu untuk bereksplorasi secara alami dan se-natural mungkin, bermain dengan teman-teman sebaya dan merasakan bersenang-senang tanpa beban. Alhasil, tugas dan pekerjaan rumah menjadi tidak efektif jika diberikan terlalu banyak. Sebaiknya materi pelajaran dimantapkan di sekolah atau jika memang dibutuhkan, pekerjaan rumah diberikan hanya sedikit semata-mata agar siswa mengulang materi di rumah.

Lanjut ke Hubungan antar siswa. Hubungan yang baik satu dengan yang lainnya sangat diperlukan dalam mewujudkan sekolah impian. Sekolah yang nyaman dan tentram akan terwujud jika hubungan antar siswa terjalin dengan baik atas dasar saling menghormati dan saling membantu. Jika hubungan di kalangan siswa tidak baik dan harmonis maka hal yang tidak diinginkan pun mungkin akan terjadi. Contohnya yaitu sikap bullying. Siswa yang lebih kuat menekan siswa yang lebih lemah. Mulai dari ejekan, sampai ke kekerasan fisik. Banyak kejadian bullying di sekolah yang berakhir dengan tragis. Kenapa bullying sering terjadi di sekolah? Bahkan sering lolos dari pengamatan guru, sehingga korban bullying masih sering berjatuhan. Beberapa siswa melakukan bullying terhadap temannya karena ingin menunjukkan kekuasaan dan kehebatannya. Oleh karena itu, hubungan dan silaturrahmi harus dijaga dengan baik agar terwujudnya sekolah yang nyaman. Di sekolah, kita memang berkompetisi tapi lakukanlah dengan cara sehat dan sportif.

Masuk ke Bentuk ujian kelulusan. Kelulusan tak harus dinilai lewat satu ujian saja seperti di Indonesia yaitu ujian nasional. Biaya ujian nasional sebenarnya bisa dialihkan untuk membiayai fasilitas pendidikan lainnya seperti gedung sekolah dan transportasi gratis ke sekolah. Ujian kelulusan bisa dilakukan dengan satu tes wajib. Dengan kata lain evaluasi pembelajaran nasional dilakukan hanya pada tingkat SMA, di saat mereka akan masuk pada perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Pada tingkatan SD dan SMP tidak perlu dilakukan ujian nasional. Sehingga perpindahan dari SD ke SMP atau SMP ke SMA hanya dengan nilai rapor yang murni hasil belajar per semester.

Terakhir, Harapan untuk pendidikan Indonesia ke depan. Indonesia adalah negara besar yang mempunyai penduduk cukup banyak di dunia. Tentunya juga banyak anak manusia yang butuh akan pendidikan formal (sekolah). Harapan untuk sistem pendidikan Indonesia ke depan adalah diterapkannya gaya pendidikan yang fleksibel dan efektif serta adil dan merata untuk seluruh titik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semoga pendidikan Indonesia bisa maju di masa yang akan datang. Aamiin!

=====

Ditulis oleh Hafis Alrafi Irsal | @hafisalrafi

SMA Negeri 1 Padang

(Terlalu) Percaya Diri dengan Hilang Rasa Malu itu Beda Tipis

Melihat dari judul saja saya cukup sulit untuk mencernanya. Apalagi untuk memulai tulisan ini. Tapi saya coba perlahan untuk mengembalikan memori kenapa saya membuat tulisan ini. Tulisan ini didasari ketika teman kelas saya terlalu dan sangat berlebihan dalam memberi ucapan selamat kepada wali kelas saya yang berulang tahun. Awalnya cewek-cewek dikelas membuat suatu hal yang mungkin bisa dikatakan surprise untuk merayakan ultah sang guru. Perlu diketahui bahwa wali kelas saya adalah seorang guru Matematika.

Waktu kejadian ini adalah hari Selasa. Jam pelajaran matematika di hari tersebut adalah yang pertama. Tepat pukul 6.45 kegiatan belajar dimulai. Sebelumnya kue ultah telah dibeli oleh anak-anak cewek dan disembunyikan di belakang kelas. Proses belajar pun berlangsung dengan normal dan seperti biasanya. Namun antara jam-jam pelajaran, para murid lainnya pun mulai meribut. Ada yang bermain, ngobrol, keluar-masuk kelas, hingga mematikan lampu ruangan kelas. Otomatis sang guru bertanya kebingungan kenapa lampu, yang padahal ruangan gelap tanpa benda itu, dimatikan.

Kemudian tanpa disadari oleh walas, kue ulang tahun pun keluar dengan lilin yang sudah menyala. Nah, inilah dimulainya maksud dari judul tulisan saya ini. Ketika kue sudah dikeluarkan, satu dari teman saya bertingkah undefined dengan meloncat-loncat sambil nyanyi ulang tahun menuju meja guru dan memeluk sang ibu sambil mengucapkan selamat ultah (padahal yang lain masih dibelakang). Bisa dibayangkan bagaimana lucunya tingkah satu teman saya ini. Memang ini suatu hal khusus (disaat ada yang ulang tahun). Namun kenapa dia harus duluan sendirian menuju singasana guru? Hal inilah yang membuat saya mengatakan kalau terlalu percaya diri dengan hilang rasa malu itu beda-beda tipis. Just my opini…hahahah

Sedikit untuk menutup tulisan yang tidak berstruktur ini dengan sebuah quote.

Manusia akan tetap dalam kebaikan selama rasa malu masih terpelihara. Karena rasa malu itulah yang menyebabkan seseorang menjauhi maksiat, selalu dalam ketaatan dan kebaikan. Dan jika rasa malu ini telah hilang dari seseorang, maka hilanglah berbagai kebaikan dari dirinya.