The Dream School? Yes, I Want!

dream_school

Membahas sekolah dambaan tentu hal ini menjadi impian bagi setiap insan di usia sekolah. Para pelajar di seluruh berbagai belahan dunia mempunyai kriteria sekolah impiannya sendiri. Impian tidaklah harus sekedar impian karena impian tersebut bisa diwujudkan dengan semangat dan keinginan. Mari kita berbicara realistis, Amerika Serikat dianggap sebagai Negara pertama yang mempunyai sistem pendidikan terbaik di dunia. Hal ini dikarenakan dengan adanya Harvard University sebagai universitas terbaik nomor wahid, alias pertama di dunia.

Namun tahukah kita bahwa Finlandia muncul dengan terobosan yang memukau di dunia pendidikan dengan sistem lebih baik dari Amreika Serikat. Di Finlandia, belajar menjadi sebuah persiapan untuk proses kehidupan dan menjadikannya sebagai proses yang menyatu secara natural tanpa adanya paksaan serta tidak membebani para pelajar. Berdasarkan survei Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2000 dengan membandingkan pelajar usia 15 tahun dari berbagai negara, Finlandia juga meraih peringkat teratas. Survei itu membandingkan pelajar usia 15 tahun dari berbagai negara pada bidang studi Matematika dan IPA. Jika kita petik, ada dua kunci yang membuat Finlandia memiliki sistem pendidikan terbaik di bumi saat ini, yaitu fleksibel dan efektif. Lalu, bagaimana cara mewujudkan sistem pendidikan di Finlandia ke seluruh negara di dunia ini, khususnya Indonesia?

Kita mulai bahas dari sekotor Guru. Di lingkungan sekolah, guru menjadi orang tua kedua setelah orang tua kita di rumah. Guru menjadi faktor penting penunjang pendidikan yang lebih baik. Guru hanya memberikan arahan kepada setiap siswa menuju jalan yang benar. Bukannya malah menguasai kelas dan memberikan pelajaran secara monoton kepada seluruh siswa. Inilah yang pertama harus diperbaiki. Kita harus bisa menerapkan Student Center bukannya tetap mempertahankan Teacher Center. Student Center akan membuat siswa lebih kreatif dan inovatif dibandingkan Teacher Center yang hanya membuat siswa menerima seutuhnya apa yang diberikan oleh guru. Boleh kita bercontoh kembali kepada Finlandia, guru disana tidak pernah mengatakan salah pada apapun yang siswa lakukan, siswa bahkan tidak perlu menjawab dengan benar, yang terpenting adalah proses dan usaha siswa. Guru juga tidak akan membandingkan siswa yang satu dengan siswa lainnya. Mereka hanya akan membuat siswa melihat perkembangan dirinya sendiri dan membantu siswa meraih potensi setiap individu. Guru-guru di sekolah negeri Finlandia juga mendapatkan pelatihan khusus untuk dapat menilai siswa satu kelas menggunakan tes independen yang mereka ciptakan sendiri. Hal inilah yang membuat Finlandia maju dengan pendidikannya. Jika dibandingkan dengan Indonesia? Tentu tanah air kita tertinggal dari sektor guru ini.

Beralih ke Fasilitas dan lingkungan sekolah. Fasilitas yang memadai dan canggih di sekolah tentu menjadi impian setiap siswa. Sarana dan prasarana yang berbasis IT dan koneksi internet (tentunya free Wi-Fi dengan kecepatan yang stabil) sangat dibutuhkan untuk mewujudkan sekolah impian. Dengan fasilitas yang canggih ini maka taraf pendidikan juga akan meningkat dan semakin maju. Namun tidak hanya dari segi fasilitas, lingkungan sekolah juga berperan dalam terwujudnya sekolah dambaan. Lingkungan sekolah yang nyaman dan bersih dapat mendukung perkembangan siswa secara optimal, anak-anak menjadi lebih sehat dan dapat berpikir secara jernih, sehingga dapat menjadi orang-orang yang cerdas dan mendatang bisa menjadi sumber daya manusia berkualitas untuk memajukan negerinya. Bayangkan jika lingkungan di sekolah kotor, berpolusi, dan orang-orang di sekitar sekolah tersebut tidak damai, maka bisa dipastikan siswa menjadi gelisah dan tidak dapat menangkap pelajaran yang diarahkan oleh gurunya. Hal yang tidak kalah pentingnya yang perlu diingat adalah lingkungan sekolah yang nyaman memacu siswa untuk berprestasi. Dan yang harus kita ketahui bersama adalah prestasi belajar di sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh bagaimana siswa/siswi giat belajar dan dapat memahami pelajaran di sekolah, tapi juga kondisi lingkungan sekolahnya harus mendukung. Oleh karena itu, fasilitas dan lingkungan sekolah berperan cukup penting dalam terwujudnya sekolah impian kita semua.

Masuk ke kriteria Hubungan guru dan orang tua. Para siswa lebih banyak menghabiskan waktu mereka bersama para guru daripada dengan orangtuanya di rumah. Kedengarannya mungkin agak mengejutkan, tapi memang begitulah kenyataannya. Melihat faktanya, ketika orangtua pulang dari tempat kerjanya, para siswa biasanya juga baru pulang dari sekolah. Hanya tersisa waktu beberapa jam saja untuk makan malam bersama, menyelesaikan pekerjaan rumah dan mungkin sedikit waktu untuk berkumpul bersama. Setelah itu semuanya tidur. Hal inilah yang menyebabkan kebanyakan remaja usia sekolah mengeluh bahwa 24 jam dalam sehari itu kurang cukup. Para siswa umumnya bisa melakukan tugas-tugas mereka dengan baik ketika di sekolah. Sebagian di antaranya bahkan mungkin lebih mudah mempercayai guru mereka. Untuk itu perlu kiranya setiap orang tua mengetahui dengan baik sosok guru yang mengajar anak-anaknya. Hal ini penting karena dalam dunia pendidikan di sekolah, orangtua dan guru harus menjadi satu tim yang baik. Komunikasi yang teratur dan terpercaya antara guru dan orang tua harus terjalin secara harmonis karena orang tua harus bisa mempercayai guru di sekolah yang membimbing anak-anaknya meraih prestasi yang membanggakan. Jadi, hubungan guru dan orang tua berperan penting juga dalam rangka mewujudkan sekolah impian.

Lanjut ke sektor Mata pelajaran. Menengok kembali ke Finlandia, di negara tersebut hanya akan ada poin umum yang dapat disesuaikan dengan kemampuan dan fokus setiap sekolah. Setiap kota memiliki tanggung jawab untuk menyediakan pendidikan dan mengawasi sendiri pelaksanaannya. Sehingga setiap sekolah dan guru memiliki otonomi yang besar untuk menciptakan kreasi mata pelajaran sendiri yang sesuai. Hal inilah yang membuat Finlandia maju dalam dunia pendidikan. Keluhan setiap siswa di Indonesia adalah terlalu banyak mata pelajaran yang harus dikuasai olehnya. Guru hanya menguasai satu mata pelajaran tetapi siswa disuruh untuk memahami dan menguasai sekitar 12 mata pelajaran. Bisa diambil contoh, seorang guru geografi tidak akan bisa menjawab soal reaksi-reaksi kimia dan begitu sebaliknya, guru kimia tidak akan bisa menjawab peta buta dan kajian geografi. Inilah yang harus dibenahi demi membuat siswa berkurang bebannya. Solusi yang mungkin bisa diterapkan yaitu penjurusan minat dan bakat siswa sudah harus ada dari sejak dini (ketika anak berada dalam lingkungan sekolah dasar). Sehingga nantinya siswa lebih terfokus dan tidak terlalu berat dalam memikul banyaknya mata pelajaran.

Melangkah ke Tugas dan pekerjaan rumah. Untuk bisa mewujudkan sekolah impian dan dambaan setiap siswa, guru sebaiknya tidak memberi pekerjaan rumah yang banyak dan tentunya akan menumpuk. Bila boleh bercontoh kembali ke Finlandia, pelajar di sana belajar langsung di ruang kelas dibimbing oleh guru mereka dengan berbagai macam alat peraga. Mereka akan menerima pekerjaan rumah pada saat mereka telah berada pada usia remaja, yaitu 13-14 tahun dan itupun tidak banyak (bermaksud agar siswa mengulang pelajaran di rumah). Dengan begitu pada saat masa kanak-kanak mereka memiliki banyak waktu untuk bereksplorasi secara alami dan se-natural mungkin, bermain dengan teman-teman sebaya dan merasakan bersenang-senang tanpa beban. Alhasil, tugas dan pekerjaan rumah menjadi tidak efektif jika diberikan terlalu banyak. Sebaiknya materi pelajaran dimantapkan di sekolah atau jika memang dibutuhkan, pekerjaan rumah diberikan hanya sedikit semata-mata agar siswa mengulang materi di rumah.

Lanjut ke Hubungan antar siswa. Hubungan yang baik satu dengan yang lainnya sangat diperlukan dalam mewujudkan sekolah impian. Sekolah yang nyaman dan tentram akan terwujud jika hubungan antar siswa terjalin dengan baik atas dasar saling menghormati dan saling membantu. Jika hubungan di kalangan siswa tidak baik dan harmonis maka hal yang tidak diinginkan pun mungkin akan terjadi. Contohnya yaitu sikap bullying. Siswa yang lebih kuat menekan siswa yang lebih lemah. Mulai dari ejekan, sampai ke kekerasan fisik. Banyak kejadian bullying di sekolah yang berakhir dengan tragis. Kenapa bullying sering terjadi di sekolah? Bahkan sering lolos dari pengamatan guru, sehingga korban bullying masih sering berjatuhan. Beberapa siswa melakukan bullying terhadap temannya karena ingin menunjukkan kekuasaan dan kehebatannya. Oleh karena itu, hubungan dan silaturrahmi harus dijaga dengan baik agar terwujudnya sekolah yang nyaman. Di sekolah, kita memang berkompetisi tapi lakukanlah dengan cara sehat dan sportif.

Masuk ke Bentuk ujian kelulusan. Kelulusan tak harus dinilai lewat satu ujian saja seperti di Indonesia yaitu ujian nasional. Biaya ujian nasional sebenarnya bisa dialihkan untuk membiayai fasilitas pendidikan lainnya seperti gedung sekolah dan transportasi gratis ke sekolah. Ujian kelulusan bisa dilakukan dengan satu tes wajib. Dengan kata lain evaluasi pembelajaran nasional dilakukan hanya pada tingkat SMA, di saat mereka akan masuk pada perguruan tinggi atau memasuki dunia kerja. Pada tingkatan SD dan SMP tidak perlu dilakukan ujian nasional. Sehingga perpindahan dari SD ke SMP atau SMP ke SMA hanya dengan nilai rapor yang murni hasil belajar per semester.

Terakhir, Harapan untuk pendidikan Indonesia ke depan. Indonesia adalah negara besar yang mempunyai penduduk cukup banyak di dunia. Tentunya juga banyak anak manusia yang butuh akan pendidikan formal (sekolah). Harapan untuk sistem pendidikan Indonesia ke depan adalah diterapkannya gaya pendidikan yang fleksibel dan efektif serta adil dan merata untuk seluruh titik di Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Semoga pendidikan Indonesia bisa maju di masa yang akan datang. Aamiin!

=====

Ditulis oleh Hafis Alrafi Irsal | @hafisalrafi

SMA Negeri 1 Padang

About Hafis Alrafi

Hafis Alrafi Irsal, usually called Hafis.
This entry was posted in Article, Education and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to The Dream School? Yes, I Want!

  1. paulmrfa says:

    Semua berawal dari mimpi, mungkin itu yang bisa saya komentari, tapi mari kita wujudkan mimpi itu menjadi kenyataan, semoga pendidikan indonesia semakin baik, maju dan berkesinambungan., (dari seorang guru yang sulit untuk jadi guru, Thanx Hafiz..)

  2. Hafis Alrafi says:

    Betul pak, semua berawal dari mimpi dan yg terpenting bagaimana caranya kita mewujudkan mimpi tersebut. Kok ‘seorang guru yang sulit untuk jadi guru’ pak? bukannya udah jadi guru?😀
    Makasih atas kunjungan dan komentarnya mr.paul🙂

  3. selamat yaaaa artikelmu ini menang…
    wahhh aqu aja kalah ama kemampuan menulismu… salam kenal -adila-

  4. Hafis Alrafi says:

    Alhamdulillah. Hahaha.. Ini cuma iseng-iseng aja kok. Salam kenal juga,Hafis.

  5. Assalamualaikum. Ulasannya lengkap, detail bahasannya. Hebat, selamat ya juara blog comp🙂 Salam kenal, saya Husni Radiyan Al-Banna, Sman 1 Bekasi.

  6. Hafis Alrafi says:

    Waalaikummussalam wr..wb. Alhamdulillah, terima kasih. Salam kenal juga, hafis di padang (:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s