Pemuda dan Shalat Dhuha

Pada suatu pagi hari, seorang pemuda hendak melangkahkan kaki dan mengayunkan tangan ke Rumah Allah untuk melaksanakan Shalat Dhuha. Dari rumahnya pemuda yang bekerja kepada orang lain ini telah meniatkan untuk melaksanakan Shalat Dhuha karena Allah.

Sesampainya di masjid, ia segera mengambil wudhu’ dan langsung masuk ke dalam masjid. Di dalam masjid hanya ada ia seorang, walaupun kesunyian dan keheningan di dalam masjid tersebut tidak membuat pemuda itu ragu dan bimbang untuk melaksanakan Shalat Dhuha.

Ia pun takbir dan melaksanakan Shalat Dhuha dua rakaat. Setelah salam dan siap shalat, ia pun berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku dan dosa kedua orang tuaku.…Ya Allah yang maha pemurah, berilah aku rizki yang halal….Ya Allah, mudahkanlah segala urusanku dan berilah aku kekuatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari….Amin”.

Ketika hendak keluar masjid, handphone pemuda ini berdering. “Assalammualaikum…wr…wb” kata pemuda tersebut, “Waalaikumussalam…wr…wb” kata si penelpon. Ternyata majikan pemuda tersebut yang menelponnya.

“Ada apa pak” sahut sang pemuda. “Saya memiliki dua buah tiket perjalanan umroh dan tiket itu untuk saya dan kamu” kata majikannya tersebut. “Yang benar pak” kata pemuda itu dengan rasa tidak percaya, “Ya benar, kita akan pergi ke Mekah Al-Mukaramah minggu besok” kata sang majikan. “Terima kasih banyak pak” kata pemuda itu dan seraya langsung sujud syukur.

About Hafis Alrafi

Hafis Alrafi Irsal, usually called Hafis.
This entry was posted in Islamic and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s